Senin, 03 April 2017

Dian Wahyu Utami

Desainer Utama Dian Pelangi Company


Dian Wahyu Utami atau dian Pelangi
Dian di Balik Pelangi


Diah Wahyu Utami atau lebih dikenal dengan nama Dian Pelangi adalah desainer muslimah Indonesia yang mempelopori fashion muslimah Indonesia  menjadi lebih trendi dan masa kini. Melalui karyanya yang mengangkat kain khas Indonesia seperti songket, motif Tie Dye atau jumputan dan batik menjadi busana muslimah yang tak kalah dengan busana-busana perancang terkenal dunia. Namanya kini sejajar dengan desainer kondang Indonesia yang lebih dulu menapaki dunia fashion.

Dian Wahyu Utami atau lebih dikenal dengan nama Dian Pelangi adalah desainer muslimah Indonesia yang mempelopori kebangkitan fashion mulsimah Indonesia menjadi lebih trendi dan masa kini. Melalui karyanya yang mengangkat kain khas Indonesia seperti songket, motif Tie Dye atau jumputan dan batik menjadi busana muslimah yang tak kalah dengan busana-busana perancang terkenal dunia. Namanya kini sejajar dengan desainer kondang Indonesia yang lebih dulu menapaki dunia fashion.

Dian Pelangi sudah terbiasa mengenakan hijab bahkan saat dirinya masih duduk di bangku SD. Setelah itu, ia pun melanjutkan pendidikan di pesantrn yang mengharuskannya untuk mengenakan jilbab setiap hari. Menggunakan hijab sejak kelas 5 SD. Melihat teman-temannya banyak yang tidak berkerudung waktu itu, lulusan Sekolah Desain Ecole Superieur des Art et Techniques de la Mode (ESMOD) ini pun perlahan sempat buka hijab. Akan tetapi, melihat orang tuanya yang bersedih lantaran anaknya buka hijab, Dian Pelangi pun kembali mengenakan kerudungnya.

Memang, melakukan sesuatu karena paksaan tidak seenak seperti atas dasar kemauan sendiri. Namun, siapa sangka jika paksaan orang-tuanya ternyata membawa kesuksesan yang sangat besar terhadap Dian Pelangi. Menjadi seorang desainer bukanlah impiannya. Sempat sebal dengan paksaan orang tua, namun mau tidak mau harus menjalaninya.


Dian Pelangi bersama ayahnya

































Dian dipaksa orang-tuanya untuk masuk sekolah kejuruan dengan mengambil Jurusan Tata Busana. Usai lulus SMA, Dian Pelangi pun diminta untuk meneruskan usaha orang-tuanya yakni fashion berlabel Dian Pelangi. Sempat sedih pula, namun kini Dian merasakan kebahagiaan yang tiada terkira.

Maka kesuksesan Dian saat ini sebenarnya tak lepas dari peran orang-tuanya. Dian dipersiapkan sebagai penerus usaha keluarga dengan brand Dian Pelangi membuatnya benar-benar dilatih menjadi seorang fashion designer yang pandai melihat peluang dan mampu bersosialisasi dengan berbagai kalangan namun tetap rendah diri. Melihat Dian kecil yang pandai menggambar, menjahit baju boneka sendiri dan kemampuan mengeksplorasi gaya berpakaiannya membuat orang-tuanya kala itu mengarahkan minat dan bakat putrinya tersebut. Jadilah sekarang yang telah terbang tinggi ke cakrawala membawa identitasnya sebagai muslimah melalui fashion muslimah Indonesia namun tetap membumi, tetap ingat bahwa Dian yang sekarang ada bukan berasal dari kerja kerasnya sendiri namun dari ridho dan doa orang tua.

Awal karir
Dian mengaku sempat merasa minder di awal karirnya. Lulus SMA, ia diminta untuk mengelola butik orang-tuanya yang ada di Jakarta. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, ia pun menikmati dunia fashion. Makin serius menekuni dunia fashion, akhirnya masuk ke sekolah mode ESMOD.

Berbekal dari pengetahuannya tentang busana dan agama, Dian pun memulai bisnisnya sendiri meski orang-tuanya adalah pemilik butik busana muslim label Dian Pelangi di Pekalongan dan Jakarta. Mulai dari desain, marketing, dan promosi dilakukannya sendiri. Namanya semakin dikenal setelah berpartisipasi dalam perhelatan fashion show di Melbourne dan Jakarta Fashion Week tahun 2009.

Setelah kemunculannya dalam perhelatan fashion tahun 2009 silam, karyanya disambut hangat masyarakat Indonesia. Dian Pelangi termasuk dalam daftar Orang Sukses di Usia Muda, bahkan namanya masuk dalam daftar 7 Pengusaha Muda yang Sukses dan Kaya Raya.


Dian di balik Pelangi




























Uniknya, kesuksesan Dian ini bahkan dituangkan dalam sebuah film berjudul Dian di Balik Pelangi. Film tersebut menceritakan kisah perjalanan hidupnya meraih kesuksesan di dunia fashion, pengalaman sebagai desainer, dan lika-likunya dalam berjuang meraih kesuksesan.

Karya Dian Pelangi telah dipamerkan di beberapa negara seperti Malaysia, Singapura, Kairo, Pakistan, Amman, Praha, Budapest, London, Melbourne, Thailand, Perancis dan beberapa kota di Indonesia. Februari 2015 menjadi salah satu ajang kebanggaan bagi dirinya itu kesempatan memamerkan karyanya di New York Fashion  Week di The Crowne Plaza Times Square Manhattan bersama Barly Asmara dan Zaskia Sungkar. Cita-citanya adalah mempopulerkan busana muslimah di Negeri Paman Sam. Ia ingin menghapus image "Islam itu teroris" melalui karya-karyanya. Tidak hanya prestasi di bidang mode, ia menjadi brand ambasador untuk beberapa produk kecantikan Wardah Cosmetics, perhiasan, jam tangan Charriol Indonesia, dan handphone OPPO Smarphone.

Dian yang masuk dalam anggota Asosiasi Pengusaha Perancang Mode Indonesia (APPMI) termuda ini menjadi designer di Gelari Dian Pelangi sejak tahun 2008. Seorang designer yang mampu menunjukkan pada dunia, bahwa busana muslim dapat menjadi icon fashion yang mendunia.

Dian dikenal sebagai desainer multitalenta. Ia membawa angin segar nan penuh warna ke panggung busana muslim di Indonesia maupun mancanegara. Ia terinspirasi oleh pelangi yang begitu kaya warna. Maka selalu berusaha menggali kekayaan budaya Indonesia mulai dari tie dye yang cerah, songket yang indah, sampai batik yang mewah. Ia termasuk tokoh yang paling berpengaruh dalam trend fashion di Indonesia. Banyak masyarakat yang sudah mengikuti setiap gaya yang diciptakan Dian Pelangi.

Menerbitkan buku
Tahun 2012 Dian menerbitkan buku dengan judul Hijab Street Style yang diterbitkan Gramedia Pustaka Utama Ini buku pertamanya yang diluncurkan 15 Juli 2012. Buku tersebut berisi mengenai 600 lebih foto muslimah dari berbagai penjuru tanah air di Indonesia. Selain itu juga memuat mengenai foto-foto dari Kuala Lumpur, Singapura, Bangkok, dan lain-lain.

Dian mulai dikenal masyarakat luas sejak ada wartawan CNN yang mewawwancarainya tahun 2010. Mulai saat itu namanya terus meroket dan menjadi trendsetter mode muslimah di Indonesia. Tidak hanya itu, seabrek penghargaan dan kesempatan mengikuti fashion dunia telah ia rasakan. Sekarang ia menjadi salah satu desainer berpengaruh di dunia mode Indonesia. Ia menjadi anggota termuda dari Asosiasi Pengusaha Perancang Muda Indonesia (APPMI).






























Biodata

Nama lengkap : Dian Wahyu Utami.
Nama panggilan : Dian Pelangi.
Tempat, tgl lahir : Palembang, Sumatera Selatan, 14 Januari tahun 1991.
Pendidikan :
* TK Ikal Dolog di Palembag.
* SD MI 2 Palembang.
* SMP Insan Kamil, Ponpes Al-Ihya Bogor.
* SMK Negeri 1 Pekalongan.
* Sekolah Mode Ecole Superieur des Arts et Techniques de la Mode (ESMOD) lulus 2008.
* Kursus Bahasa Arab di Lessanul Arab, Kairo, Mesir (2010).
*
Blog resmi : www.blog.dianpelangi.com
Instagram : @dianpelangi
Sumber :
* http://www.bhataramedia.com/4275/kisah-inspiratif-dan-perjalanan-hidup-dian-pelangi/2015/05/28/
* http://www.bhataramedia.com/4275/kisah-inspiratif-dan-perjalanan-hidup-dian-pelangi/2015/05/28/
* http://www.bintang.com/celeb/read/2573356/ujian-besar-perkawinan-dian-pelangi-berakhir-dengan-perceraian
* http://www.jendelanet.com/news/2815/profil-dan-biodata-lengkap-dian-pelangi-pelopor-hijab-indonesia/
* http://www.izaybiografi.com/2016/05/biografi-dian-pelangi-lengkap.html



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Erick Thohir

  Menteri BUMN (2019-2024)   Dari Media, Olah Raga sampai Sarinah Ditulis Muhammad Anwari SN. Saat ini Erick Thohir masih menjabat Menteri B...