Kamis, 29 Desember 2016

Dr. Anis Malik Thoha, Lc.MA, Ph.D

Rektor Unissula Semarang (2014-2018)

 

 
http://cdn2.tstatic.net/jateng/foto/bank/images/anis-malik-thoha-tegaskan-unissula-segera-gelar-kkn-internasional_20160628_222335.jpg

 

Pakar Pluralisme Agama

 

Nama lengkapnya Anis Malik Thoha. Bicaranya tenang, berlogika tinggi dan terkesan hati-hati. Ia excellent bila berbicara dalam bahasa Inggris dan Arab sekaligus. Kemahirannya yang tinggi dalam bahasa ini, menyebabkan Anis diangkat International Islamic University Malaysia (IIUM) menjadi Direktur IIUM Press. Selain mengajar berbagai bidang pemikiran Islam, kini ia bertanggung-jawab terhadap seluruh penerbitan di IIUM mulai dari newletter, buku, jurnal, makalah dan lain-lain.


Bagi banyak cendekiawan muslim di Indonesia yang peduli dengan khasanah pemikiran Islam, namanya sudah cukup akrab. Masa kecil Anis banyak dilalui di pesantren. Orang tuanya mendidik agama dengan 'ketat'. "Dulu saya tidak boleh mendengarkan musik. Kalau keluar rumah tidak boleh gundulan, harus pakai kopiah," ujarnya.


Ayahnya hanyalah seorang Muslim yang taat dan bekerja sebagai petani biasa. Di pesantren Anis sering 'kurang sangu'. Tapi kondisi itu justru menyebabkan dirinya terpacu untuk belajar lebih tekun. Di masa remajanya, ia telah menamatkan hafalan seribu bait kaidah bahasa Arab, Alfiyyah Ibnu Malik.


Sejak duduk di Perguruan Islam Mathali'ul Falah, Pati, Jawa Tengah, Anis sudah mempunyai cita-cita untuk melanjutkan ke Universitas Madinah. Ia melihat beberapa gurunya telah pergi ke sana dan kebetulan sekolahnya juga sudah mendapat akreditasi (mu'adalah) Universitas Islam Madinah.


Niatnya pun kesampaian. Di Madinah, Anis ingin memperdalam lebih jauh bahasa Arab. Ia memilih Fakultas Bahasa Arab. Tapi ketika tes, ia tidak lolos. "Saya dianggap 'cacat aqidah' oleh Komite Muqabalah Syakhshiyyah (yang terdiri dari empat dosen senior) yang menguji saya selama kurang lebih tiga jam. Saya lulus semua pertanyaan, tapi mentok pada pertanyaan tentang masalah aqidah," kenangnya.


Komite dosen itu akhirnya merekomendasikan dirinya agar masuk ke Fakultas Da'wah dan Ushuluddin. Anis merasa syok dengan keputusan itu. Fakultas itu bukan cita-citanya. "Setahun lebih saya down tidak semangat belajar," tuturnya. Tapi dari situlah justru titik baliknya. Minat keilmuannya tumbuh dan ia kini menyadari Allah Yang Maha Tahu mempunyai rencana lain kepada dirinya.


Di Madinah inilah, Anis memahami makna dari perang pemikiran. "Terus terang, apa yang kemudian dikenal dengan war of ideas (perang gagasan) inilah yang sejatinya telah menyentak kesadaran saya untuk melanjutkan belajar ke jenjang yang lebih tinggi lagi duna mempersiapkan dan membekali diri dengan 'senjata dan amunisi' yang diperlukan dalam 'perang' ini. Seumur-umur, baru mulai waktu itulah saya baru tahu agama saya. Saya baru ngerti apa arti keberpihaan saya pada Islam dan apa yang harus saya lakukan untuk Islam," ungkapnya.


Lulus dari Madinah (1988), Anis melanjutkan masternya di Universitas Punjab dan Universitas Islam Internasional Islamabad, Pakistan. Ia mengambil bidang yang selama ini menjadi minatnya. Yaitu Islamic Studies (Punjab) dan Comparative Religion (Islamabad). Tesis masternya berjudul : Al-Islam wa Tayyar al-Taghrib fi Indonesia, 1971-1991 (Islam dan Arus Pembaratan di Indonesia, 1971-1991).


Disertasi

Tahun 2001 Anis menyelesaikan doktornya di International Islamic University Islamabad dengan disertasi berjudul : "Al-Taaddudiyyah al-Diniyyah : Ru'yah Islamiyyah (Pluralisme Agama, Pandangan Islam). Disertasi ini mendapat tiga penghargaan sekaligus : (1) Gold Medal dari International Islamic University Islamabad (2005), (2) Isma'il Al-Faruqi Publications Award dari International Islamic University Malaysia (2006), dan (3) Best Non-Fiction Book Award dari Islamic Book Fair 2007, Jakarta.


Karya disertasinya ini memang diselesaikan dengan penuh perjuangan. Selain Anis mengerjakannya jauh dari anak dan istri, ia juga hampir putus asa ketika menyelesaikan tulisan ini. Kisahnya, ketika ia sudah hampir menyelesaikan draf terakhirnya, laptop tuanya basah kuyup kehujanan. Ia panik luar biasa.


"Sambil menangis, saya berdoa kepada Allah SWT apa yang terbaik bagi saya. Waktu itu, saya sudah menyiapkan diri untuk menerima keadaan yang terburuk sekalipun, yakni gagal dan angkat koper (pulang). Habis, kalau harus mulai dari awal lagi, rasanya sudah tidak mungkin, karena sudah terlalu lama (dua tahunan) jauh dari anak dan istri," kenangnya dengan mata berkaca-kaca.


Allah pun mengabulkan doanya. Setelah sekitar sehari semalam ia mengeringkan laptopnya itu bisa dihidupkan.Itu pun dengan tampilan layar yang tidak jelas. Ia harus memati-hidupkan beberapa kali. Sehingga akhirnya file drafnya dapat dibuka dengan sempurna.


Selain sehari-hari mengajar dan pernah mengepalai di Departement of Ushuluddin and Comparative Religion IIUM, Anis juga sering diundang menjadi pembicara di berbagai seminar internasional, antara lain di Turki, Kanada, Jepang, dan lain-lain.


Ketika ditanya kepadanya siapakah guru yang paling berpengaruh kepada dirinya? Bapak lima orang anak ini menyatakan, baha semua gurunya berpengaruh membentuk kepribadiannya. Ia merasa tanpa bimbingan dan didikan mereka, ia bukanlah apa-apa. "Tapi kalau harus menyebut siapa guru yang paling berpengaruh, maka guru itu adalah kedua orang-tuaku. Merekalah yang pertama kali mengajar dan mendidikku tentang agamaku. Allahumma irhamhuma kama rabbayani shaghira," nuim hidayat.




Biodata

Nama lengkap : Dr. Anis Malik Thoha, Lc.MA, Ph.D
Tempat lahir : Demak.
Tanggal lahir : 31 Desember 1964.
Ayah : H. Ahmad Thoha.
Anak : 5 orang.
Pendidikan :
* Perguruan Islam Mathali’ul, Kajen, Pati, lulus 1983.
* Universitas Islam Madinah, Arab Saudi (1985-1988).
* Gelar Master bidang usuludin di International Islamic University Islamabad, Pakistan (1994).
* Pendidikan Doktor di Islamic University Islamabad, Pakistan (2001).
Sumber :
* http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/dunia-kampus/14/02/01/n0bbdb-anis-malik-rektor-baru-unissula-semarang
* http://koran.republika.co.id/koran/155/108703/DR_ANIS_MALIK_THOHA_Ahli_Pluralisme_dari_Demak
* http://nuimhidayat.blogspot.co.id/2010/04/dr-anis-malik-thoha-ahli-pluralisme.html.
* http://jateng.tribunnews.com/2015/10/08/unissula-sepakati-program-double-degree-dengan-cwnu-korea


1 komentar:

  1. assalamualaikum. pak, saya bole minta alamat email beliau? Dr. Anis M. Thoha? trima kasih sebelumnya.

    BalasHapus

Erick Thohir

  Menteri BUMN (2019-2024)   Dari Media, Olah Raga sampai Sarinah Ditulis Muhammad Anwari SN. Saat ini Erick Thohir masih menjabat Menteri B...