Jumat, 27 Juli 2018

M. Ikhsan Ingratubun


·      Founder & Owner Restoran Raja Konro Daeng Naba
·      Ketua Umum Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo)

Lepaskan Jabatan Manajer,
Jadi Raja Konro Beromzet Rp. 2 Miliar



Sejak kecil sudah punya impian menjadi pengusaha sukses. Dengan tekad dan semangatnya, Ikhsan Ingratubun berhasil menjadi pengusaha kuliner khas Sulawesi Selatan. Kini namanya telah popular di mata pecinta masakan khas Makassar yang berdomisili di Jakarta dan sekitarnya. Restoran Raja Konro Daeng Naba adalah nama yang telah mengantarkan dirinya menuju kesuksesan.

Awal mula usaha
Cerita Ikhsan di dunia bisnis kuliner memang sangat menarik. Jalan menuju kesuksesan memang sangat unik dan tidak ada yang pernah tahu. Ada yang sukses karena ketidaksengajaan akan penemuannya, ada pula yang sukses karena melepaskan sebuah posisi nyaman di sebuah perusahaan. Kisah pengusaha sukses M. Ikhsan Ingratubun setidaknya telah membuktikan bahwa ia bisa meraih kesuksesan dengan cara melepaskan jabatan nyamannya sebagai manajer di perusahaan.

Ketika usahanya berkembang, pertama di tahun 2001 Ikhsan mengalami dilemma antara focus mengembangkan usaha ataukah harus tetap memikirkan dua hal yaitu usaha dan pekerjaannya sebagai Senior Manager di Bakrie Telecom. Posisinya sebagai Senior Manager di Bakrie Telecom memang menuntut Ikhsan untuk bertanggung-jawab sebagai pekerja profesional. Namun dengan segala keyakinan dan rasa percaya diri, akhirnya Ikhsan memutuskan untuk serius mengelola usaha dan melepaskan jabatannya di Bakrie Telecom.

Pada tahun 1998, Ikhsan membuka kedainya yang diberi nama Raja Konro Daeng Naba yang diambil dari nama panggilannya semasa kecilnya yaitu Daeng Naba. Kedai Raja Konro Daeng Naba pertama kali dibuka di lahan bengkel kendaraan di Makassar. Menu pertama kedainya yaitu Makassar Seafood.

Namanya nyaris tak popular di telinga banyak orang. Namun bagi pecinta masakan khas Makassar yang berdomisili di Jakarta dan sekitarnya, nama Restoran Raja Konro Daeng Naba boleh jadi sudah akrab di telinga mereka. Pemilik restoran itu adalah M. Ikhsan Ingratubun. Pria kelahiran Makassar, Sulawesi Selatan, itu telah memiliki tujuh gerai Raja Konro Daeng Naba di Jakarta dan Depok, Jawa Barat. Dari ketujuh gerai restorannya, pria yang akrab disapa Ikhsan ini bisa meraup omzet hingga Rp. 2 miliar per bulan.

Menu
Menu andalan Restoran Raja Konro Daeng Naba adalah menu konro atau iga bakar. Varian menu konro yang disajikan restoran ini adalah Konro Pedas Thailand, Konro Lada Hitam, Konro Saus Padang, Konro Pedas Afrika, Konro Pedas Korea, Konro Bakar Original, dan Sop Konro.

Selain menyajikan aneka menu konro, Raja Konro Daeng Naba juga menyediakan makanan khas Makassar lainnya, antara lain Sop Paleko, Sop Kaledo, Mi Titie, Soto Makassar, dan Seafood. Semua menu itu disajikan lengkap dengan olahan bumbu khas Makassar. Ikhsan mengklaim, Raja Konro Daeng Naba adalah satu-satunya restoran khas Makassar yang menyajikan konro dengan berbagai varian menu dan rasa. Pasalnya, Ikhsan melakukan diverifikasi sajian menu di restorannya. Ia memodifikasi konro dengan kuliner lainnya sehingga menciptakan varian rasa yang lezat.

“Kami tetap memperhatikan ciri khas bumbu Makassar yang lezat,” ungkap Ikhsan.

Konro besutan Ikhsan tidak hanya cocok untuk lidah masyarakat Sulawesi Selatan. Dengan kreativitas dan inovasi, Ikhsan membuat konro disukai berbagai kalangan dan suku. Hanya di restoran Raja Konro Daeng Naba, berbagai varian konro tersedia mulai dari Konro Pedas Thailand, Konro Lada Hitam, Konro Saus Padang, Konro Pedas Afrika, hingga Konro Pedas Korea.

Ikhsan juga menjamin tekstur daging sapi konro olahannya sangat empuk. Pelanggan tidak perlu repot memotong daging dengan pisau. Selain itu, harga menu makanan yang dijual di Raja Konro Daeng Naba tak membuat kantong pelanggan bolong. Satu item menu makanan hanya dibanderol dari Rp. 25.000 – Rp. 50.000 per porsi. Karena harga menunya yang terjangkau ini, Raja Konro Daeng Naba mampu menjaring pelanggan dari berbagai lapisan masyarakat. Dari kalangan bawah hingga menengah atas menjadi pelanggan setianya.

Masalah keuntungan akan mengikuti jika dapat memberikan kualitas dan pelayanan yang baik. Oleh karenanya, Ikhsan punya parameter untuk mengukur suatu menu disukai atau tidak. Pegawai di tempatnya mempunyai tugas khusus yakni mengenali konsumen yang pertama kali makan di restoran Raja Konro Daeng Naba. “Jika konsumen tersebut datang untuk kedua kali dan memesan menu yang sama, berarti makanan yang disajikan cocok dengan lidah konsumen,” katanya.

Raja Konro Daeng Naba telah didukung tidak kurang dari 200 karyawan. Ikhsan turun langsung melatih para karyawannya sehingga terjalin hubungan kerja yang baik. Ini membuat karyawan menjadi loyal.

M. Ikhsan Ingratubun mengklaim bahwa makanan di restorannya sudah menjadi makanan nasional. “Saya bersyukur konro sudah menjadi makanan nasional karena peminatnya datang dari berbagai kalangan dengan latar belakang yang berbeda,” kata Ikhsan.

Baginya, mengolah menu masakan yang variation dapat menciptakan diferensiasi serta market share yang besar. Apalagi, kata Ikhsan, juru masak Raja Konro Daeng Naba adalah para koki professional. Ini dibuktikan dengan rasa bumbu pedas yang meresap dengan sempurna sampai ke tulang-tulangnya.

Ikhsan menuturkan, bagi peggemar konro yang merasa kelaparan pada tengah malam, tidak perlu khawatir. Sebab, restorannya memberikan pelayanan 24 jam. “Mau restoran itu ramai atau sepi, kami siap memberikan pelayanan terbaik,” imbuh sarjana lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Kosgoro Jakarta tahun 2007 tersebut.

Terinspirasi ibunya
Menurut penuturan Ikhsan, pilihannya menjalankan bisnis kuliner adalah karena terinspirasi sosok ibunya yang kerap menyediakan makanan bagi kerabat atau kolega yang berkunjung ke rumahnya.  Kebiasaan sang ibunda inilah yang akhirnya menjadikan dirinya membuka restoran Raja Konro Daeng Naba. Ia merasa dewi fortuna selalu menyertainya dalam menjalankan usaha.

Menurut Ikhsan, kunci sukses dari usahanya adalah konsistensi. Dengan konsistensi ini ia dapat menciptakan kualitas usaha yang prima. Maka restonya mudah menarik pengunjung atau konsumen tanpa harus bersusah-payah atau berlebihan melancarkan strategi marketingnya. Kunci terakhir adalah keramahan. Ia mengatakan, konsumen datang tidak untuk makan saja tapi juga bisa mendapatkan pelayanan keramahan dari karyawan di restoran.

Ikhsan mematenkan merek usaha untuk menghadapi MEA (Masyarakat Ekonomi Asean). Menjadi pengusaha di sektor kuliner dengan tingkat persaingan tinggi, membuatnya terpacu untuk terus berinovasi. Ia juga harus memperkuat modal dan merek usaha untuk menghadapi MEA.

Sadar akan persaingan yang sengit dalam industri kuliner membuat Ikhsan terus berinovasi pada menu makanan Makassar di Resto Raja Konro Daeng Naba miliknya. Saat ini ia mengaku tengah mengembangkan menu baru yakni nasi ngebul. Ini merupakan nasi panggang berisi daging asap dan daun jeruk yang disajikan bersama iga bakar atau ayam bakar.

Permodalan
Ikhsan telah menjalin kerjasama dan terbuka bagi investor yang ingin bekerja sama dengan dirinya.

Permodalan penting untuk mengembangkan sektor kuliner lokal di negeri sendiri. Sebab, selama ini, sebagai Ketua Umum Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo), Ikhsan melihat perkembangan UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) di Indonesia terkendala oleh salah satu yang paling penting adalah tentang permodalan. Oleh karena itu, ia mengharapkan pemerintah bisa memberi bunga ringan bagi pelaku UKM untuk mengembangkan usaha. Dengan begitu, biaya produksi akan menjadi lebih rendah dan UMKM akan lebih siap berkompetisi memasuki pasar Indonesia yang besar.

Juga, aksen pasar dan masalah perizinan masih akan menjadi persoalan utama yang akan dihadapi oleh para UMKM pada saat MEA tiba. Ia belum berniat untuk mengembangkan usaha ke luar negeri.

Ikhsan optimistis Indonesia ke depan bakal memiliki kekuatan dengan besarnya populasi manusia yang bisa menjadi potensi pasar. Itu sebabnya, ia bertekad untuk terus membesarkan restoran miliknya di dalam negeri agar dapat menarik masuk para wisatawan asing ke Indonesia.



Data pribadi



















Nama lengkap : M. Ikhsan Ingratubun, SE.




Nama panggilan : Ikhsan.






Tempat, tgl lahir : Ujung Pandang, 26 Desember 1968.



Jabatan
:   Founder & Owner Restoran Raja Konro Daeng Naba.




  Ketua Umum Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo).

Alamat
: Kompleks P & K AII/14 RT 6/6 Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Pendidikan :








  2007
: Sarjana Ekonomi Universitas Kosgoro Jakarta.


  1987 - 1990 : Diploma III Teknik Kimia, Politeknik Universitas Hasanudin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Biodata Ahok

Biodata Ahok Nama lengkap : Ir. Basuki Tjahaja ...